Jalan Baru 1
sebilah pintu
sudah kubaringkan di situ
keluarlah, seperti kebanyakan
angin lewat, atau para sahabat
yang menyeberang
menjadi orang asing baru
tak terkecuali juga aku
Jalan Baru 7
meludah juga kita
di atas nama-nama itu
setelah sama-sama kering
dengan amarah
masing-masing
di atas meja
tikus-tikus dari siapa
masuk
mengambil kuping
dari kata-kata
dan sisa kepercayaan
yang tinggal sepotong
nyalakan lilinnya
untuk menjauhkan lalat-lalat
dari selera makan
dan percakapan
yang kosong
ini saatnya memisahkan
sekarang dari kemarin,
malam dari dendam
mari makan
hidup juga sekadar
awet sebentar
Penulis
Willy Fahmy Agiska, lahir di Ciamis. Penyair, editor buku lepas, pengelola Toko Atelir dan penerbit Velodrom. Buku puisi terbarunya seperti orang mati yang hidup (Velodrom, 2025) dan buku puisi Sunda berjudul Tihang (Rumah Koclak, 2025).

